Waktu Pendaftaran Diperpanjang, Baru Ada 13 Parpol yang Lengkap

PKP Indonesia ketika mendaftar di KPUD PALI. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Setelah dilakukan perpanjangan waktu 1 x 24 jam pada hari Selasa (17/10/2017) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait pendaftaran verifikasi faktual Parpol, sejumlah Parpol di PALI terlihat masih ada yang melakukan pendaftaran.

Pantauan dilokasi, tampak pengurus PKP Indonesia terlihat baru mendaftar ke Kantor KPUD PALI yang ada di bilangan Talang Kelapa Km 9 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Pendaftaran mereka langsung disambut oleh Ketua KPUD PALI, H Hasyim didampingi Komisioner KPUD PALI divisi hukum, Santosa.

Dalam keterangannya, Ketua KPUD PALI melalui Komisioner divinsi hukum Santosa menjelaskan, pihaknya melakukan perpanjangan waktu berdasarkan surat dari KPU RI dengan nomor No. 585/PL.01.1-SD/03/KPU/X/2017 tanggal 16 Oktober 2017.

“Kami baru menerima surat itu Senin malam (16/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Isi dan makna dari surat tersebut mengenai pendaftaran akhir Parpol peserta Pemilu 2019 ditambah 1×24 jam. Artinya, bagi Parpol yang belum mendaftarkan diri masih ada kesempatan hari Selasa ini sampai pukul 24.00 WIB. Tadi sekitar pukul 09.00 WIB, ada PKP Indonesia yang mendaftar, namun belum diterima karena ada beberapa hal yang perlu dilengkapi,” terang Santosa kepada Suara Nusantara.

Baca Juga :   Bupati Ogan Ilir Lantik Penjabat Sekda

Dijelaskannya pula, bahwa saat ini baru ada 13 parpol yang sudah mendaftar dan dinyatakan lengkap berkasnya.

“13 partai yang lengkap yakni PDIP, Perindo, PSI, PPP, Nasdem, PKS, Partai Berkarya, Golkar, PAN, PBB, Demokrat, Gerindra dan Hanura. Sementara untuk partai lama masih ada dua lagi yang belum, yakni PKP Indonesia dan PKB. Untuk partai baru yaitu Partai Garuda,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan parpol yang sudah mendaftar ataupun yang belum mendaftar untuk bisa menjadi peserta Pemilu 2019 mendatang.

“Karena keputusan kembali di tangan KPU RI. Tetapi, itu pun harus tetap memiliki kepengurusan di daerah sebesar 75 %. Makanya, dari pendaftaran di KPU RI akan terintegrasi dengan SIPOL di KPUD masing-masing. Jika tidak, maka dengan sangat terpaksa, tidak bisa menjadi peserta Pemilu 2019,” tambahnya.

Baca Juga :   Beni Bukber dengan Warga Bandar Tenggulang

Setelah proses pendaftaran parpol selesai, langkah selanjutnya yakni penelitian administrasi selama 30 hari.

“Setelah itu dilakukan verifikasi faktual. Pada tahap ini langsung pihak KPU akan memverifikasi seperti domisili kantor, kepengurusan, dan keanggotaan, setelah itu ada keputusan memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Bagi yang memenuhi syarat maka dinyatakan lolos, kalau TMS maka tidak dinyatakan lolos menjadi peserta Pemilu 2019,” sambungnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihaknya juga saat ini masih menunggu beberapa parpol yang belum mendaftar.

“Kita tunggu sampai pukul 24.00. Sambil menunggu juga arahan dan petunjuk dari KPU RI,” tukasnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Bupati Lahat Buka Secara Resmi Festival Tari Kreasi Tradisional dan Lagu Daerah

Lahat, KoranSN Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan potensi daerah, Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pariwisata …