Walikota Cek Pos Pemantau Gunung Dempo



Wako Sidak Pos Pemantau Gunung Dempo (foto-asnadi/koransn)

Pagaralam, KoranSN

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH meninjau langsung Pos Pemantau Gunung Api Dempo, berlokasi di Kelurahan Gunung Dempo Kecamatan Pagaralam Utara, Senin (5/10/2018) siang.

Kunjungan orang nomor satu di Pagaralam ini tidak lain ingin memastikan fungsi alat seismograf atau alat pendeteksi kegempaan, belakangan dikabarkan sempat mengalami masalah kerusakan.

“Kita ingin melihat keberadaan alat pemantau GAD. Saya sempat mendapatkan kabar jika alat seismograf itu ada masalah. Memastikan itu, saya pun cek langsung. Informasi kita dapat dari Petugas Pos Pemantau GAD, Mulyadi, memang betul sempat mengalami masalah, tapi sekarang sudah diperbaiki,” ucap Alpian.

Berdasarkan hasil pengamatan visual, menurut Alpian, kondisi alat seismograf sudah begitu tua. Karena itu, dirinya berencana untuk pengadaan barang itu.

Baca Juga :   Lumbung Pangan di PALI Segera Terwujud

“Alat seismograf ini memang sudah tua, nanti kita akan pikirkan. Makanya tadi kita tanya pengadaan barang itu seperti apa, jadi kita akan cari tahu. Inshaa allah ke depan kita perbaharui alat tersebut,” ucap Alpian.

Ditambahkan Alpian, diminta kepada Petugas Pengamatan Gunung Api Dempo, dalam kondisi situasi khusus, seperti terjadi musibah letusan dan lainnya diharapkan bisa langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pagaralam, tidak harus ke Bandung dulu.

“Jangan sampai segala sesuatu tertunda karena terkait administrasi, apalagi dalam kondisi membahayakan serta menyangkut nyawa orang banyak. Kalau ada kerusakan alat, kita bisa bantu menyiapkan cadangan jika dibutuhkan, sesuai kemampuan pemerintah daerah,” terangnya.

Baca Juga :   22-23 Oktober, Percasi Prabumulih Gelar Kompetisi Tingkat Sumsel

Sementara itu Petugas Pemantau Gunung Api Dempo, Mulyadi membenarkan jika alat perekam kegempaan mengalami kerusakan sistem, sehingga Pos Pemantau tidak bisa menentukan berapa besar kekuatan guncangan gempa yang terjadi.

“Pasca gempa, alat seismograf langsung kita perbaiki, dan saat ini sudah mulai berfungsi kembali. Hal itu disebabkan gangguan teknis di dalam alat,” terangnya.

Mengenai kondisi Gunung Api Dempo, sebut Mulyadi, masih dalam kondisi waspada, yang meningkat sejak Agustus 2018 lalu. Hingga kini status waspada, GAD masih berada di Level II.

“Masyarakat pengunjung atau wisatawan tidak mendekati danau kawah Merapi-Dempo dalam radius 3 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan,” ungkap dia. (asn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kajari Muara Enim Dijabat Rudi Iskandar

Muara Enim, KoranSN Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Yulius menghadiri acar pisah sambut Kepala Kejaksaan …

    error: Content is protected !!