Walikota Minta Dinas Lingkungan Hidup Tingkatkan Kinerja





Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe. (foto-ist)

Lubuklinggau, KoranSN

Volume sampah di Lubuklinggau yang terus alami peningakatan diperkirakan tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga. Volume sampah di bumi Sebiduk Semare bertambah dari sampah kuliner, restoran dan warung-warung.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan hal itu berdasarkan pengamatan dirinya dengan turun langsung. Yang mana dirinya mengaku selalu berkeliling sekaligus melihat langsung kondisi tersebut dilapangan.

“Saya ini keliling terus, saya lihat,” jelas Nanan.

Selain itu, pengataman dirinya bahwa kenapa sampah-sampah dilingkungan warga acapkali berantakan. Namun dirinya menduga sampah-sampah itu itu berantakan akibat adanya pemulung yang mengambil sampah, mencari sampah produktif dengan membongkar-bongkar tempat sampah.

“Ternyata ada pemulung-pemulung ini yang ngambil sampah, yang mencari sampah produktif dengan mebongkar-bongkar tempat sampah itu,” terangnya. Lebih lanjut Nanan menambahkan, volume sampah di Lubuklinggau khususnya dipinggir jalan meningkat dikarenakan adanya aktifitas atau kegiatan masyarakat seperti sedekah dihari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga :   Majlis Taklim Doakan AY-HJ Terpilih Jadi Bupati Muara Enim

“Sampah dari orang sedekah itu dibuang kemana,” kata Nanan.

Kemudian, peningkatan volume sampah dipinggir jalan meningkat disinyalir dari sampah-sampah warung mulai dari daerah Watas.

“Sudah itu kamu lihat sampah-sampah dari warung dari watas. Buangnya dimana? Kalau sampah pasar jelas dipasar. Itu yang membuat volume sampah dipinggiran jalan ini meningkat,” tegasnya.

Karena itu, orang nomor satu di bumi Sebiduk Semare itu meminta pihak Lingkungan Hidup (LH) agar lebih meningkatkan kirja , memperhatikan sampah-sampah daripada pedagang kuliner, pedagang kaki lima (PKL) agar tidak berserakan. Semisal contoh kecil yakni dari lapanagan merdeka masjid Agung As Salam sampai kesimpang Sobirin.

Baca Juga :   Pemkab OKI & Prajurit Kodim 0402/OKI Buka Jalan Alternatif

“Kalau sore sudah berubah, malam sudah berubah jualan samua. Habis itu kamu lihat jam 21.00 WIB, 22.00 WIB, sampah lagi,” pungkasnya.

Nanan juga meminta kepada pedagang untuk membersihkan sampah mereka masing-masing.

“Itulah resiko Walikota, mengamati. Solusinya kita minta bisa mengoptimalkan itu, mengimbau kepada para pedagang untuk membersihkan sampahnya masing-masing,” ujarnya. (rif)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

5 Desa di OKI Sepakat Jadi Bagian Tim Mitigasi Cegah Konflik Gajah dan Manusia

Kayuagung, KoranSN Konflik satwa gajah dan manusia kerap terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya di …

error: Content is protected !!