Walikota Palembang Harus Mampu Menahan Tekanan Politik



Bagindo Togar. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Calon Walikota Palembang lima tahun kedepan, harus mampu menahan tekanan dan kepentingan politik dan keluarga saat menjalankan roda pemerintahan. Pemimpin harus memiliki program yang terukur dan menampatkan aparatur pemerintahan secara profesional.

Demikian penilaian Pengamat Politik asal Universitas Sriwijaya (Unsri) Bagindo Togar Butarbutar, saat dibincangi, Selasa (23/1/2018).

Menurut Bagindo ada beberapa kriteria yang harus dimiliki calon walikota dan wakil walikota yang akan memimpin Kota Palembang, lima tahun kedepan.

“Pemimpin harus mengerti karakteristik Kota Palembang, harapan, potensi yang ada serta memiliki konsep yang terukur, terkait capaian pembangunan yang akan dibuatnya. Ia juga harus mampu mengorganisasi semua potensi ASN (Aparatur Sipil Negara) secara profesional,” ungkap mantan Ketua IKA FISIP Unsri ini.

Ia juga menilai, calon walikota dan wakil walikota kedepan, memiliki tugas lebih berat, mengingat banyaknya capaian atau pembangunan yang dilakukan di Kota Palembang, salah satunya pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Baca Juga :   Fortuner Dikembalikan, Innova Masih Diusut

“Pemimpin Kota Palembang nanti, juga harus mampu mengelola peninggalan-peninggalan pembangunan yang ada di Kota Palembang, seperti LRT. Jangan sampai LRT ini, setelah pelaksanaan Asian Games nanti, menjadi LRT taman mini, atau tempat rekreasi, yang hanya ramai di akhir pekan dan hari libur saja,” pungkasnya.

Terpisah, Pengamat Politik Unsri lainnya, Joko Siswanto menilai, calon walikota kedepan, harus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Gubernur Sumsel.

Ia mengatakan, seorang pemimpin juga harus hadir sesuai tuntutan perkembangan zaman, kultural lingkungan dan memahami karakteristik kota yang dipimpin, dari segi geografis, kependudukan dan kultural. Dengan memahami tiga karakteristik ini diyakinya seorang pemimpin dalam hal ini Walikota Palembang dapat bersinergi dan memajukan kota yang dipimpin.

“Selama ini saya belum melihat seperti itu setalah pak Eddy Santana Putra, terus terang saya belum melihat sosok yang mensinergikan potensi yang dimiliki Palembang,” ungkap Joko.

Baca Juga :   Kepengurusan PKB Sumsel Diperpanjang

Misalnya kata Joko, potensi Sungai Musi yang mana tidak setiap kota mempunyai sungai seperti Palembang. Harusnya kata dia, Sungai Musi bisa digali dan dikembangkan sedemikian rupa dari sisi pariwisata dan ekonomi.

“Ini tampaknya menjadi pekerjaan rumah bagi walikota yang akan datang. Jangan hanya melihat Palembang sudah ada LRT, Jakabaringnya, bukan sekedar itu, karena kota itu selalu ada korelasi dengan kepentingan provinsi. Dimanapun kota yang menjadi ibukota provinsi, ada tarik menarik kepentingan,” bebernya.

Ia juga menyarankan, agar masyarakat dapat memilih pemimpin diatas rata-rata, baik dari sisi intelektual, emosional, spiritual dan sosial. “Mana yang punya kelebihan itu dan bisa mengevaluasi, silahkan dipilih,” pungkas Rektor Universitas Taman Siswa ini. (awj)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pj Gubernur Sumsel Tinjau Pembangunan Proyek Strategis Nasional Kereta Api Logistik Lahat-Kertapati

Palembang, KoranSN Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Elen Setiadi didampingi oleh Direktur PT …

    error: Content is protected !!