Wapres Jelaskan Kemajuan Bangsa Tergantung Pendidikan





Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi pembicara utama pada Kongres PGRI ke XXII di BRITAMA Arena, Kelapa Gading, Jakarta. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan kemajuan suatu bangsa tergantung kepada kualitas pendidikan yang bergantung kepada pengajar atau guru.

“Kemajuan suatu bangsa, bangsa apapun ditentukan oleh kemampuan bangsa itu untuk meningkatkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan, meningkatkan nilai tambah atau kemampuan hanya bisa dilakukan dengan teknologi, dan teknologi hanya didapat dari pendidikan, kemudian pendidikan tentunya hanya didapat dari guru,” kata Wapres JK dalam pidato utama saat Kongres Ke-22 PGRI di BRITAMA Arena, Kelapa Gading, Jakarta pada Jumat (5/7).

Menurut Wapres, terdapat tiga hal untuk memajukan pendidikan yakni kemampuan guru, kualitas sistem pendidikan, dan sarana pendidikan.

Wapres kualitas sumber daya manusia di Indonesia bergantung kepada kualitas pendidikan dan pelatihan yang harus dilakukan bersama-sama.

“Jadi disamping bicara kesejahteraan, tentu balasannya adalah kerja keras kita semua. Kerja keras itu bertumpu kepada kemampuan kita meningkatkan mutu pendidikan secara bersama-sama,” kata Kalla.

Kedepan, ujar Wapres, pemerintah akan fokus membangun kualitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia.

Upaya yang akan dilakukan pemerintah dalam membangun SDM itu yakni dengan memperbaiki pendidikan, memberikan pelatihan vokasi dan memperbaiki sistem pendidikan.

Baca Juga :   Pengembang Sebut Tiga Faktor Pendorong Industri GIM Lokal

Sebanyak 3.150 orang anggota PGRI hadir dalam kongres tersebut. (Antara/ags)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

HD Apresiasi Inisiatif Masyarakat Desa Merah Mata Kembangkan Komoditi Laos

Banyuasin, KoranSN Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengapresiasi langkah masyarakat Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!