Warga Bengkulu Swadaya Kembangkan Wisata Pemandian Air Panas





Objek wisata pemandian air panas Grojogan Sewu Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang. (foto-antaranews)

SEJUMLAH warga di Desa Sumber Urip, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, secara swadaya mengembangkan potensi wisata pemandian air panas yang terdapat di wilayah desa itu dengan harapan dapat menjadi objek wisata baru di kabupaten tersebut.

“Objek wisata ini baru kami buka 11 bulan lalu, di mana tanah ini milik pak Warsilun warga Desa Sumber Urip dan kami kelola dengan sistem komisi, saya 70 persen dan pemilik lahan 30 persen,” kata Supardi Effendi (45), pengelola objek wisata pemandian air panas Grojogan Sewu Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Rabu (8/5/2019), dilansir dari Antara.

Objek wisata pemandian air panas itu sendiri tambah dia, berada di kaki Gunung Api Bukit Kaba dengan luasan lahan mencapai 7.500 meter persegi didukung oleh pemandangan yang masih asri serta perkebunan sayur milik warga, dengan jarak tempuh dari jalan utama desa sekitar 1 KM.

Baca Juga :   Dua Kampung Wisata di Solok Ikuti Kompetisi ADWI 2021

Kalangan pengunjung yang datang ke lokasi wisata yang masih dikelola secara sederhana ini, setiap orangnya dikenakan biaya tiket masuk Rp5.000 dan biaya parkir kendaraan sepeda motor Rp2.000. Kalangan pengunjung selanjutnya akan bisa berendam maupun mandi di air pancuran hanga sepuasnya.

“Pengunjung bisa mandi di dua kolam kecil yang sudah kami sediakan, atau juga bisa mandi dipancuran yang dialirkan menggunakan bambu maupun pipa paralaon. Air hangat ini mengalir dari sela-sela bebatuan dibagian atas tebing,” ujarnya.

Lokasi pemandian air hangat yang bersumber dari Gunung Api Bukit Kaba ini kata Supardi Effendi, banyak di datangi pengunjung baik dari kota dan kabupaten di Bengkulu serta pengunjung dari luar daerah, karena diyakini bisa menyembuhkan sejumlah penyakit seperti penyakit kulit hingga stroke.

Baca Juga :   Bupati Bogor: Lido-Puncak Jadi Kawasan Strategis Wisata Daerah

Sejauh ini objek wisata yang dikembangkanya masih menggunakan dana pribadi baik untuk pembuatan jalan tanah maupun pembuatan jembatan beton. Untuk pembuatan jalan tanah ini, dirinya sudah membeli beberapa truk batu pecah yang digunakan sebagai perkerasan jalan, sedangkan pengerjaannya dilakukan secara gotong royong.

Sementara itu, Samsul salah seorang pengunjung objek wisata Grojogan Sewu mengatakan jika pemandian air panas itu jika dikelola dengan baik akan menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik di Rejang Lebong.

“Selain air hangatnya benar-benar panas, juga pemandangannya masih asri. Kalau ini dikelola dengan baik nantinya akan menjadi tujuan wisata yang menarik,” tambah dia. (ags)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Dispar Lombok Barat Siapkan 20 Desa Wisata Ikut ADWI Kemenparekraf

Lombok Barat, KoranSN Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menyiapkan 20 desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!