Warga Desa Epil Kecamatan Lais Harapkan Pemekaran



Ilustrasi. (foto-net)

Sekayu, KoranSN

Kepala Desa Epil Kecamatan Lais, Musi Banyuasin (Muba), A. Rahman, optimistis desa yang dipimpinnya sudah memenuhi kriteria untuk dimekarkan.

Ia menilai, Desa Epil sudah memenuhi syarat untuk dimekarkan, jika ditinjau dari Undang-undang (UU) nomor 6 tentang Desa. Menurutnya, luas wilayah desanya 13.780 dengan 5700 mata pilih dan 2400 kepala keluarga (KK).

“Saya sangat kasihan dengan warga saya terutama didusun 5,6 dan dusun 7 lokasinya jauh dari sini, kalau mau ke lokasi harus menggunakan transportasi air, otomatis biaya kehidupan disana jauh lebih tinggi,” ungkap Kades, Rabu (25/10/2017).

Selain itu, untuk membangun di tiga dusun tersebut sangat sulit, karena terkendala biaya transport.

Baca Juga :   TP PKK Mitra Strategis Pemerintah

“Contoh, saya harus membangun jalan setapak di RAB harus menggunakan semen 200 sak. Harga semen Rp 70 ribu persaknya namun kenyataannya bila dihitung dengan biaya transportasinya bisa mencapai Rp 100 ribu per saknya. Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan agar segera di mekarkan desa yang saya pimpin ini,” harapnya.

“Saya kasihan dengan nasib warga saya disana pasti ketertinggalan walau ada SMP satu atap, SD ada 3 buah, namun belum ada listrik walau tiang dan kabelnya sudah terpasang,” ungkap Rahman lagi.

Jika dimekarkan kata Rahman, masyarakat akan lebih mudah membangun, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan serta mudah dalam urusan pemerintahan.

Yudi (40) tokoh pemuda setempat sangat mengharapkan agar desanya segera dimekarkan karena lanjut Kepala urusan (Kaur) Pemerintahan Desa (Pemdes) Epil ini kriteria pemekaran sudah cukup persyaratannya, kalau sudah dimekarkan otomatis penyelenggaran Pemdes bisa cepat, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Kuryana Tunggu Waktu, Johan Tanya Bapak!

“Kemudian dapat mempercepat kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kualitas tata kelola Pemdes serta meningkatkan daya saing desa,” pungkasnya. (tri)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Karhutlah Sudah Mendekati Pemukiman, Polres OI Lakukan Pencegahan

Indralaya, KoranSN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) berturut-turut …