Warga Karang Anyar Muratara Blokir Jalinsum









Warga Desa Karang Anyar saat memblokir Jalinsum. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Puluhan masyarakat Karang Anyar Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melakukan aksi blokade Jalinsum Muratara, Senin (13/11/2017). Mereka mendesak bakal calon kepala desa (Balon Kades) Martono diikutsertakan dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Muratara.

Aksi yang diduga dilakukan pendukung bakal calon Kades Martono dari Desa Karang Anyar ini, dilakukan dengan membakar ban bekas dan menutup jalan dengan batang pohon. Akibatnya, Jalinsum Muratara Desa Karang Anyar lumpuh total dan menyebabkan kemacetan cukup panjang hingga puluhan kilometer (Km).

Tidak hanya itu, sebelumnya massa juga menyambangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Muratara.

Informasi yang dihimpun dilapangan, Pilkades Karang Anyar Kabupaten Muratara diikuti enam bakal calon Kades, yakni Idris, Amir, Macis, Hendri, Martono, Rahman dan Tahar.

Baca Juga :   PALI Minta Bantuan Gubernur untuk Penyerahan Aset

Kamis (9/11/2017) telah dilakukan tes tertulis untuk bakal calon Kades. Diduga terjadi ketidakcocokan antara keputusan dari kecamatan dan DPMD-P3A Muratara. Pihak kecamatan menyatakan Martono lulus. Sedangkan, DPMD-P3A menyatakan Martono tidak lulus. Disinyalir ini menjadi pemicu pemblokiran jalan yang dilakukan massa pendukung Martono.

“Kami minta luluskan Martono atau batalkan Pilkades Karang Anyar. Karena ini aspirasi masyarakat,” tegas Pemuda Karang Anyar, Susanto dalam orasinya.

Menurutnya, sebagai pemuda Desa Karang Anyar meminta pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat. Kedatangan masyarakat ke Kantor DPMD-P3A ini bukanlah politik. Karena, masyarakat ingin mempertanyakan kenapa hasil keputusan tes tertulis dari pihak kecamatan dan DPMD-P3A berbeda.

“Jadi wajar kami masyarakat mempertanyakan hal itu. Kenapa hasil keputusannya berbeda. Jangan salahkan masyarakat. Dan tidak ada yang mengayomi demo ini. Tetapi keinginan masyarakatnya sendiri,” jelas dia.

Baca Juga :   Pamsimas Noman Mulai Dibangun

Menanggapi ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Muratara, Firdaus menjelaskan keputusan dari pihak kecamatan tersebut tidak ada landasan atau dasarnya. Sehingga keputusan tersebut dibatalkan dan itu harus disampaikan kepada masyarakat Desa karang Anyar.

“Kami sudah melakukan rapat dengan Bupati. Memanggil pihak kecamatan, dan Inspektorat untuk menggunakan hasil yang ada di panitia kabupaten. Sebab keputusan pak Camat telah dibatalkan,” jelas Firdaus.

Pantauan dilapangan pihak Kesbangpol melakukan mediasi dengan warga Desa Karang Anyar, khususnya pendukung Martono untuk menghentikan pembakaran dan blokade Jalinsum Desa Karang Anyar Kabupaten Muratara. (snd)











Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

550 Paket Sedekah ASN OKI untuk Kaum Dhuafa

Kayuagung, KoranSN Sebanyak 550 paket bahan pokok hasil dari pengumpulan sedekah ASN di Kabupaten OKI …

error: Content is protected !!