Warga Kesulitan Akses Angkutan Umum









angkutan umum

Palembang, SN

Sulitnya mengakses angkutan umum seperti Transmusi, angkot dan bus kota membuat warga terpaksa menggunakan jasa ojek dan lain sebagainya untuk mencari alternatif jalan yang dilalui oleh angkutan umum. Demikian diungkapkan salah satu warga Talang Kelapa,  Nindi (35), Rabu (10/6).

“Kami yang tinggal disini memang kesulitan untuk mengakses angkutan umum seperti angkot dan transmusi, padahal warga di Talang Kelapa ini sudah ramai namun tetap saja tidak ada angkutan umum yang melewati rute ini,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk mengakses angkutan umum, pihaknya harus menuju terminal Alang-Alang Lebar terlebih dahulu, setelah itu baru dapat mengakses tranmusi, begitu pun sebaliknya. “Kami berharap pemerintah memberlakukan angkot untuk rute jalan Talang Kelapa sehingga kami serta warga lain dapat leluasa bepergian,” harapnya.

Baca Juga :   Sebanyak 174 Peserta Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Bela Diri Kempo di LPKA Palembang

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Masripin melalui Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Jalan dan Rel, Agus Suprianto mengatakan, jalan di Talang Kelapa tersebut sudah lama diberlakukan angkot dengan rute Perumahan Talang Kelapa – Alang-Alang Lebar. Namun, akibat sepinya warga serta pengguna angkutan umum, maka pengusaha angkot tersebut menarik kembali angkotnya dari rute itu.

“Pengusaha menilai pendapatan dari rute tersebut lebih kecil dibandingkan biaya operasional, karena itu pengusaha tidak mau rugi maka ditariknya angkot tersebut,” jelasnya.

Dijelaskannya, sampai saat ini pihaknya tidak pernah menghentikan operasional rute tersebut, jika memang ada pengusaha yang ingin menyediakan angkot untuk rute tersebut, maka pihaknya mempersilahkan pengusaha itu. “Dulu rute ini sudah diujicobakan enam bulan, namun pengusaha tetap merugi,” jelasnya.

Baca Juga :   Sinergi Kemenkumham Sumsel dengan Dirresnarkoba Polda Sumsel Cegah Peredaran Narkoba di Lapas/Rutan

Selain rute Talang Kelapa – Alang-Alang Lebar, sambung Agus, ada 2 rute lagi yang operasionalnya dinilai merugikan para pengusaha sehingga para pengusaha pun menarik angkotnya kembali. Rutenya yaitu, Suka Bangun – Kuburan China.serta Kertapati – Plaju.

“Kami juga bahkan memberikan fasiltas transmusi untuk ketiga daerah tersebut, namun tetap saja merugi. Karena itu fasiltisa transmusi ini ditarik kembali dan dioperasionalkan untuk rute lain,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini permintaan rute baru masih dalam pengkajian pihak pengusaha, jika geliat permintaan masyarakat berkembang maka dimungkinkan untuk pengajuan rute baru.“Intinya, jika ada rute potensial maka pegusaha akan cepat-cepat mengajukan rute, namun jika masih belum potensial atau merugikan maka belum akan direalisasikan,” jelasnya. (wik)











Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Kadivpas Kemenkumham Sumsel Pastikan Layanan Kunjungan Idul Fitri di Sumsel Berjalan Lancar

Palembang, KoranSN Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumsel, Mulyadi melakukan monitoring pelaksanaan layanan kunjungan Idul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!