Warga Palembang Jualan Bendera Merah Putih di Prabumulih







Sukemi penjual Bendera di Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih. (foto-andifatra/koransn.com)

Prabumulih, KoranSN

Sejak tanggal 3 Agustus lalu, Seno (19), warga Kota Palembang berjualan Bendera Merah Putih di Kota Prabumulih, tepatnya di trotoar Jalan Jenderal Sudirman. Berbagai macam ukuran bendera dengan harga mulai dari Rp 25 ribu, Rp 60 ribu hingga di atas Rp 100 ribu dan Rp 200 ribu ditawarkannya kepada warga dan pengguna jalan.

Dikatakannya, setiap harinya ia menjual bendara sejak usai Shalat Subuh hingga pukul 17.00 WIB. Bendera tersebut dipasok dari Kota Palembang sedangkan dirinya hanya menjualkan saja.

“Sistemnya saya menyetor bendera yang laku sesuai harga modal yang sudah ditentukan oleh pemasoknya. Jadi masalah untung, bisa-bisa kita lah saat menggelar jualan dan bertransaksi dengan para pembeli, yang penting harga jual di atas harga modal. Kalau untungnya, terkadang dapat Rp 1000 sampai Rp 2000 bahkan kadang lebih dari itu,” ungkapnya.

Sedangkan untuk biaya menginap dan makan selama menjual bendara di Prabumulih, semuanya ditangung oleh yang memasok bendara tersebut.

“Pemasok bendera itu sama seperti bos saya, jadi selama di Prabumulih ini, ia yang memangung biaya makan dan menginap saya,” ujarnya sembari menyebutkan dalam satu hari bendera yang laku mencapai puluhan bendera diantaranya; bendera umbul-umbul dan bendera biasa yang pembelinya kebanyakan pejabat Pemkot Prabumulih, pihak instansi dan pihak dari kantor untuk dipasang dalam rangka menyambut HUT RI ke 72 .

Di tempat berbeda, pedagang Bendera Merah Putih lainnya, Sukemi (42) didampingi anaknya, M Arifin Iham (13) mengatakan, bendera yang dijualnya dibelinya dari kakak kandungya sendiri di Kota Bandung, kemudian bendera tersebut dikirim melalui jasa pengiriman paket.

Baca Juga :   Warung Makan Cueki Himbauan Plt Bupati OKI

“Saya belinya dengan harga kontan kemudian saya jual kembali. Dalam satu hari saya mendapat uang ratusan ribu rupiah. Sedangkan untuk harga bendera yang saya jual, bervariasi tergantung jenisnya. Kalau untuk
bendera panjang yang ada burung garudanya saya jual seharga, Rp 250 ribu, bendera sedang Rp 30 ribu dan bendera umbul-umbul Rp 25 ribu,” jelasnya.

Ia mengaku sudah 16 tahun tinggal di Kota Prabumulih tapi masih mengontrak di Jalan Prof M Yamin Kecamatan Prabumulih Timur dan setiap bulan Agustus diakuinya, jika ia selalu berjualan bendera dengan suaminya dan anaknya mulai pukul 06.30 WIB hingga 17 .30 WIB. “Untuk keuntungan tidak pasti, Alhamdulillah bisalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (and)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pastikan Layanan Paspor Berjalan Baik, Divisi Keimigrasian Kemenkumham Sumsel Tinjau Kanim Muara Enim

Muara Enim, KoranSN Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muhamad Novyandri dan anggota tim melakukan …

error: Content is protected !!