Warga Serahkan Senpira ke Polsek Lubuklinggau Barat





Warga saat menyerahkan senjata api rakitan ke petugas Polsek Lubuklinggau Barat. (foto-ist)

Lubuklingggau, KoranSN

Himbauan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono agar masyarakat masih menyimpan dan memiliki senjata api illegal dan amunisi untuk menyerahkan secara sukarela kepada polisi, mulai membuahkan hasil.

Hal ini terbaukti hanya dalam satu hari, tepatnya Senin (8/7/2019) Polsek Lubuklinggau Barat mendapat serahan empat pucuk senjata api (Senpi) laras panjang jenis kecepek oleh warga yang sukarela datang menyerahkannya senpira tersebut.

“Pertama dua pucuk, lalu menyusul dua pucuk lagi,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Plh Kapolsek Lubuklinggau Barat, Kompol Junaidi Lubet, Senen (8/7/2019).

Penyerahan pertama diserahkan Sri Murdiawati (31), warga Jalan Garuda, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Sri yang menjabat sebagai Ketua RT ditempatnya tinggal itu menyerahkan dua pucuk senpi laras panjang jenis kecepek ke Kapolsek Lubuklinggau Barat langsung sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca Juga :   Pengedar Sabu dan Ekstasi di PALI Dibekuk Polsek Penukal Abab

Kemudian kelang beberapa jam, sekitar pukul 12.40 WIB, Polsek Lubuklinggau Barat juga menerima dua pucuk senpi laras panjang jenis kecepek yang diserahkan langsung pemiliknya yakni Aman Tohir (60), warga Jl Garuda, Kelurahan Watas Lubuk Durian, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

“Penyerahan senpi itu merupakan kesadaran diri dari masyarakat,” ungkapnya.

Junaidi menjelaskan, mereka menyerahkan Senpi tersebut setelah mendapat imbauan Kapolres Lubuklinggau untuk menyerahkan senpi ke pihak kepolisian.

“Rata-rata mereka yang menyerahkan, memiliki senpi ini mengaku tadinya dipakai untuk jaga kebun, karena banyak hama babi,” timpalnya.

Sementara itu sebelumnya Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono sepekan lalu telah mengeluarkan surat imbauan. Tiga poin yang tercantum dalam surat imbauan tersebut, pertama mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Kemudian poin kedua, yakni bagi masyarakat Lubuklinggau yang memiliki senjata api ilegal atau rakitan dan amunisi agar melaporkan, menyerahkan senjata yang dimiliki ke kantor kepolisian terdekat. Poin ketiga atau teralkhir yakni jika senpi tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian, maka tidak akan dikenakan sanksi hukum.

Baca Juga :   Bobol Rumah Kosong, Tukang Ojek Nyaris Diamuk Warga

“Kalau senpi itu tidak diserahkan makan akan dikenalan sanksi hukum pidana yakni menyimpan, membawa atau menguasai senpi tanpa hak, dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun,” bebernya.

Dwi menambahkan, sanksi hukum tersebut sesuai dengan Pasal 1 UU Darurat No.12 Tahun 1951. “Batas waktu penyerahan senjata api ke kepolisian terdekat yaitu akhir bulan September 2019,” ujarnya. (rif)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pemberian Uang Daftar Penjabat Kades di Pemkab Probolinggo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan adanya pemberian sejumlah uang untuk mendaftar sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.