Warsi dan Anaknya Diambil Alih Pemerintah

Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril bersama Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto Aljufri bersama rombongan saat menjemput Warsi dan Satria di kebun milik Huhibah.
Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril bersama Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto Aljufri bersama rombongan saat menjemput Warsi dan Satria di kebun milik Huhibah.

Empat Lawang, SN

Warsi (35) dan anaknya Satria (4), warga RT 2 RW 5 Kelurahan Jayaloka yang diberitakan tinggal di hutan dan memakan dedaunan, Minggu (6/12) dijemput langsung oleh Plt Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah bersama Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto Aljufri, Sekda Drs Burhansyah serta beberapa Kepala SKPD.

Rombongan tiba di pondok Warsi dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu, Warsih dan Satria sedang ada di pondoknya. Dengan penuh simpati Syahril dan David menyambanginya, mengajak komunikasi, memberikan bantuan dan mempersilahkan istirahat di kediaman Sekda serta mengantarkannya ke panti asuhan Empat Lawang.

Plt bupati ini, menegaskan akan mengambil alih dan merehabilitasi Warsih dan anaknya, yang diketahui memiliki keterbelakangan mental agar dapat hidup dengan tenang dan nyaman.

“Begitu juga dengan Satria, jika tiba waktunya, dan masuk masa sekolah akan di ikutkan ke sekolah. Insya Allah akan kita rehab dan urus mereka dengan maksimal,” janji Syahril.

Dikatakannya, selama ini Warsih tidak luput dari perhatian pemerintah, melalui tangan ketua RT, pemerintah sudah memberikan banyak bantuan termasuk raskin.

Baca Juga :   25 Desa di Empat Lawang Dapat Program Pamsimas

“Yang dimakan bukan daun, sayur biasa, dan tidak pula menetap empat tahun dipondok karena bolak balik dusun,” jelasnya.

Sementara ketua DPRD Empat Lawang David Hadrianto Aljufri mendukung langkah pemerintah agar Warsih dan anak di ambil alih dan di rehabilitasi untuk memulihkan kondisi serta mengembalikannya ketengah masyarakat dengan wajar.

“Jadi benar benar di perhatikan, tidak hanya diberikan bantuan kemudian di lepas karena dipastikan akan kembali tinggal di kebun sehingga upaya kita tidak ada hasil,” ujar David.

David yang juga ikut langsung menemui warsi menyampaikan bahwa Warsi memiliki rumah pribadi di lorong sawah, yang setiap saat di tempati meskipun sekedar melepas lelah setelah menjaga kebun dan mengambil kayu bakar di kebun.

“Jadi warsih tidak tinggal empat tahun menetap di hutan, Warsi baru empat bulan terakhir di pondok kebun untuk menjaga petai dan mencari kayu bakar,” jelas David.

Hal serupa disampaikan, Basri, Ketua RT setempat. Ia mengaku mengetahui warganya bernama Warsih, pihaknya tidak membiarkan Warsih begitu saja, setiap persoalan pribadi Warsih selama ini di urus oleh pihaknya.

Baca Juga :   Pemasangan Kabal Optik Kompleks Perkantoran Empat Lawang Segera Mulai Dikerjakan

“Mulai dia nikah, sampai pemberian raskin warsih kita urus, begitu juga para tetangga selalu memberikan bantuan baik beras maupun yang lainnya,” katanya.

Namun demikian, Basri mengaku setiap bantuan akan sia sia karena selalu dijual dan memang warsih tidak betah di satu tempat sehingga seolah-olah tidak mampu.

“Beras, peralatan rumah dijual, kemudian tidak lebih dari satu minggu kembali lagi ke pondok kebun,” tambahnya.

Begitu iuga disampaikan Muhiba, salah seorang tetangga dekat Warsi mengaku kaget mendengar Warsih menjadi perbincangan. Pasalnya, keberadaan Warsih di kebun miliknya merupakan perintahnya.

“Saya bukan keluarga hanya peduli. Warsih kami suruh jaga pohon petai namun masih sering pulang dan jual kayu bakar,” pungkasnya.

Untuk diketahui sejak diberitakan bantuan kepada warsih berdatangan, baik pemerintah setempat maupun pribadi termasuk jajaran Mapolres Empat Lawang, memberikan bantuan, seperti telur, roti, mie, beras, minyak dan pakaian. (foy)





Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Disebut Rentan Korupsi, Sekda Empat Lawang Minta Laksanakan Tugas Sesuai Aturan

Empat Lawang, koranSN Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, Fauzan Khoiri angkat bicara, menanggapi hasil survei …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!