Waspada! Udara di Palembang Tidak Sehat, Dampak Kebakaran Lahan





Kabut asap menutupi jarak pandang di stasiun LRT Jakabaring beberapa waktu lalu. (Foto-Ferdinand/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dampak dari kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Sumsel mengakibatkan kabut asap mengepung Kota Palembang. Kondisi ini membuat kualitas udara di Palembang menjadi tidak sehat.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, Bambang Benny Setiajidi, Jumat (13/9/2019) mengatakan, kualitas udara di Kota Palembang saat ini konsentrasinya berada di PM 10 dalam kategori sedang hingga sangat tidak sehat dengan nilai 89-295 µgram/m3, sedangkan nilai ambang batas tidak sehat adalah pada 150 µgram/m3.

“Kondisi udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat umumnya terjadi pada rentang waktu 22.00 WIB-08.00 WIB, sedangkan kondisi sehat hingga sedang umumnya terjadi pada rentang waktu 08.00 WIB-22.00 WIB,” katanya.

Menurutnya, adanya kabut asap di Kota Palembang dampak dari kebakaran lahan hingga membuat kabut asap di lokasi lahan yang terbakar terbawa angin yang datang dari tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/jam).

Baca Juga :   The Daira Hotel Ajak 4 Panti Asuhan Buka Bersama

“Sumber dari Lapan pada tanggal 13 September 2019, tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah selatan dan sebelah tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Titik panas tersebut karena kebakaran lahan hingga terjadi kabut asap, adapun lokasi kebakaran lahan yang kabut asapnya berkontribusi ke Kota Palembang yakni; kawasan SP Padang, Banyuasin I, Pampangan, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, Air Sugihan, Pedamaran dan Mesuji,” jelasnya.

Sedangkan untuk jarak pandang lanjut Bambang, jarak terendah pada Jumat pagi tercatat 300-500 m dengan kelembapan 95-98 persen.

“Bahkan akibat terganggunya jarak pandang tersebut, hari ini lima maskapai penerbangan di bandara jadwal penerbangannya delay,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan Bambang, pada umumnya kabut asap muncul saat dini hari menjelang pagi hari (04.00 WIB-07.00 WIB). Hal ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut.

“Setelah terbit matahari keadaan udara akan relatif labil hingga partikel basah (kabut) maupun kering (asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik. Akan tetapi partikel kering (asap) yang pergerakannya karena angin horizontal ini akan tetap ada di permukaan dan akan menyebabkan kekeruhan udara. Kondisi ini akan terus berpotensi berlangsung, dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan dalam rentang prakiraan 13-19 September 2019 di Sumsel,” paparnya.

Baca Juga :   Dua Kali Ledakan Bom Terjadi di Gelora Jakabaring, Banyak Korban Berjatuhan

Diungkapkannya, dengan adanya kabut asap di Kota Palembang maka BMKG Sumsel menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransportasi pada pukul 04.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Sebab diwaktu tersebut berpotensi menurunnya jarak pandang.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menggunakan masker dan minum banyak air saat beraktivitas di luar rumah guna menjaga kesehatan. Selain itu, kami menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran, baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian atau perkebunan,” tandasnya. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Meskipun Sudah Normal Tetap Jaga Prokes

Palembang, KoranSN Melalui peringatan Hari ulang tahun (HUT) Hari Kesehatan Nasional ke 58 Wakil Walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!