Waspadai Pengalihan Aset Milik Tersangka Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya





Jaksa Kejati Sumsel saat membawa Mukti Sulaiman salah satu tersangka dugaan korupsi Masjid Sriwijaya ke mobil tahanan. (Foto-Antara)

Palembang, KoranSN

Pengamat Hukum Sumsel, Dr.Hj. Sri Sulastri,SH.,M.Hum yang juga Dosen di UMP, Minggu (12/9/2021) mengatakan, kejaksaan harus mewaspadai pengalihan nama aset milik tersangka dugaan korupsi Masjid Siriwjaya yang saat ini belum dilakukan penyitaan oleh Kejati Sumsel.

Menurutnya, dari itulah kejaksaan mestinya dari awal melakukan penyitaan aset milik dua tersangka yang hingga kini belum disita. Tujuannya, agar aset milik tersangka untuk pengembalian kerugian negara dalam perkara tersebut tidak hilang.

Baca Juga :   Kejati Tetap Panggil Saksi Untuk Lengkapi Berkas Penyidikan Mukti Sulaiman

“Bisa saja aset milik tersangka kini sudah dialihkan dan diganti nama kepemilikannya. Sebab, perkara dugaan korupsi Masjid Siriwjaya ini kan sudah lama, sudah beberapa tahun. Untuk itulah harusnya kejaksaan mengejar aset tersangka dan menyitanya dari awal supaya aset tersebut tidak hilang,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, seandianya ternyata aset milik tersangka tersebut saat ini telah diganti nama dan dialihkan kepemilikannya tentunya pihak kejaksaan dapat menelusuri asal usulnya.

“Jadi kalaupun aset sudah diganti namanya masih bisa dilakukan penyitaan oleh kejaksaan dengan ditelusuri asal usulnya. Misalnya saja seperti uang di bank, kalau ado lebih dari Rp 100 ditanyoi itu asal usulnya dari mano duit ini,” tandasnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Marwan Mansyur Tak Hadiri Panggilan Kejari Terkait Dugaan Kasus KKN PDAM Lahat

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Bupati Muara Enim Nonaktif Juarsah Minta Bebas

Palembang, KoranSN Bupati Muara Enim nonaktif Juarsah, terdakwa dugaan suap proyek di Muara Enim, Selasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.