Wawako: Kedepan Tak Ada Lagi Lingkungan Kumuh di Palembang

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda secara simbolis menberikan dana dalam bentuk tabungan kepada kepala keswadayaan. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Dengan bantuan masyarakat saya yakin bahwa Kota Palembang akan menjadi Kota yang indah, cantik, elok, aman serta lebih dikenal bahkan dijadikan contoh oleh daerah lain, sehingga kedepan tidak ada lagi lingkungan kumuh yang ada di Kota Palembang

Ungkapan tersebut dikatakan langsung oleh Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda usai melaunching pelaksanaan kegiatan Neighborhood Upgrading And Shelter Project Phase 2 (NUSP-2) Kota Palembang 2017 di Kelurahan Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Selasa (4/7/2017).

Dikatakannya, melalui program yang dicanangkan Pemerintah Pusat tersebut, agar dapat diberdayakan oleh warga untuk memperindah dan mempercantik lingkungannya. Sehingga nantinya Kota Palembang akan lebih dikenal lagi oleh daerah lain bahkan negara lainnya.

“Secara simbolis tadi kita sudah memberikan dana dalam bentuk tabungan kepada masing-masig ketua lembaga keswadayaan masyarakat (LKM) atau yang dulu lebih dikenal dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Dengan telah dilauncingnya program ini saya berharap kedepannya tidak ada lagi lingkungan yang kumuh di Kota Palembang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ketua TP PKK Sumsel Febrita Herman Deru Besuk Zesy Korban Kuah Soto

Ia menghimbau kepada masyarakat di Kota Palembang agar dapat menjaga sarana dan prasarana serta infrastruktur bahkan aset yang dimiliki oleh Kota Palembang. Maka dari itu pemerintah melibatkan LKM yang memang sudah ditunjuk oleh masyarakat untuk ikut serta dalam mensukseskan program tersebut.

“Tidak kalah pentingnya, saya pribadi menitipkan kepada masyarakat Kota Palembang agar merawat dan menjaga apa yang sudah dibangun, sebab melalui aset tersebutlah kita dapat memberikan kenyamanan kepada anak dan cucu nantinya. Selain itu saya juga meminta kepada masyarakat untuk mengawasi apa yang dikerjakan oleh LKM tersebut, kalau ada yang melenceng segera laporkan,” tuturnya.

Sementara, Asisten Koordinator NUSP 2 Palembang, Agung Bahari mengatakan, sebelum mendapatkan dana bantuan tersebut, LKM ini menyusun rencana kerja masyarakat (RKM) yang difokuskan ke bidang persampahan, drainase dan jalan. Kemudian setelah dipelajari oleh pihaknya maka tersaringlah 20 LKM yang mendapat bantuan tersebut untuk dimanfaatkan sesuai apa yang diajukannya.

Baca Juga :   Festival Gemstone Sepi Pembeli

“Alasan mengapa kita mengutamakan tiga item tersebut, karena kondisi infrastrukturnya saat ini sangat dibutuhkan di Kota Palembang terutama di 20 kelurahan atau LKM tersebut dengan maksimal dana Rp 500 juta per LKM. Setahun per LKM bisa mendapat dana untuk empat siklus dimana maksimal dananya mencapai Rp 500 juta per siklusnya dan setiap siklus waktu pengerjaannya mimal membutuhkan waktu satu tahun atau hingga akhir tahun disaat dana itu dicairkan,” tandasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Feby Deru: Tanamkan Kebanggaan Pada Produk Lokal

Palembang, KoranSN Tampil dalam balutan busana bernuansa merah dengan kain angkinan, kain khas Oku Timur, …