Wow, Jokowi Terus Bantu Petani di Banyuasin

Presiden berbincang dengan bupati dan gapoktan Desa Banyu Urip Kec Tjg Lago. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja meninjau langsung Program Balai Besar Sungai yakni Normalisasi Sungai Padat Karya dan Swakelola bagi petani pengguna air di Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago, Senin (22/1/2018).

Jokowi mengatakan, saat ini petani dapat merasakan langsung normalisasi sungai yang dilakukan oleh masyarakat petani.

Program normalisasi sungai dilakukan oleh para petani pemakai air. Selain kerja digaji satu hari Rp 90 ribu, parit sawah yang dangkal jadi dalam serta bersih. “Besar sekali Pak gaji Rp 90 ribu/hari, kan ini parit milik sendiri,” ujar Jokowi agak bergurau.

Jokowi mengatakan, manfaat normalisasi sungai dengan cara padat karya dan swakelola, diharapkan peredaran uang dan konsumsi masyarakat meningkat, sambil petani menunggu panen tiba.

Jokowi mengatakan, tahun ini program normalisasi sungai dengan sistim padat karya dan swakelola di Desa Banyu Urip sebesar Rp 195 Juta dikerjakan selama 50 hari.

“Tahun ini Balai Besar Sungai menganggarkan dana untuk normalisasi sungai sistim padat karya dan swakelola sebesar Rp 41 milyar tersebar di 180 titik di Sumatera Selatan,” ujar Jokowi.

Program seperti ini pernah dikerjakan juga pada tahun 2015 dan tahun ini ditambah kapasitasnya.

Terpisah Bupati Banyuasin Ir SA Supriono menambahkan, Kecamatan Tanjung Lago adalah pertamakali penerima bantuan program Padat Karya dan Swakelola normalisasi sungai di tahun 2018.

Baca Juga :   Kakanwil Dr Ilham Djaya Ajak Pelaku Usaha Gabung Aksi Afirmasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenkumham

Menurut Supriono, program tersebut selain murah biayanya dibanding menggunakan alat berat, juga menambah peredaran uang di desa, meningkatkan daya beli atau konsumsi warga desa.

“Kami sangat senang dengan program tersebut, agar masyarakat bisa berperan dalam normalisasi sungai petani penguna air,” tukas Supriono.

Ketua Gapoktan Banyu Urip, Tukijo mengatakan, petani sangat terbantu sekali dengan program normalisasi sungai petani pengguna air. “Kami harapkan, program ini dipertahankan, karena petani sangat terbantu terutama saat musim paceklik dimana padi baru menjelang ‘bunting’,” tukas Tukijo. (sir/ikl)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Berikan Remisi Khusus Hari Anak Nasional Kepada 94 Anak Binaan

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan menyatakan sebanyak 94 anak binaan mendapatkan remisi khusus …

error: Content is protected !!