Yansa Aniaya dan Ancam Bunuh Ibu Kandung



Tersangka Yansa saat diamankan di Polsek IT I.  (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tidak diberi uang untuk membeli Narkoba jenis sabu membuat Yansa (28), warga Jalan Letnan Mukmin Lorong Lebak Kelurahan Sungai Pangeran Kecamatan IT I Palembang menganiaya dan mengancam akan membunuh ibu kandungnya sendiri ‘ST’ (70) dengan senjata tajam jenis pisau.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka akhirnya ditangkap pihak kepolisian Sat Reskrim Polsek IT I berdasarkan laporan dari keluarga ‘ST’.

Kapolsek IT I Palembang, Kompol Edi Rahmat didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa, Rabu (20/2/2019) mengatakan, tersangka ditangkap menindaklanjuti laporan dari keluarga ‘ST’ yang melapor ke Mapolsek IT I jika tersangka telah menganiaya dan juga mengacam akan membunuh korban.

“Dalam kasus ini tersangka memukuli korban yang tak lain ibunya sendiri. Bahkan tersangka mengancam akan membunuh korban dengan pisau. Hal itu dilakukan tersangka, karena tersangka yang awalnya meminta uang Rp 200 ribu untuk membeli sabu dan handphone, tidak diberikan oleh korban,” katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolsek IT I Palembang.

Baca Juga :   Tes DNA Driver Taksi Online Tri Widyantoro yang Dibunuh Hengki Cs Identik

Masih dikatakan Kapolsek, dalam kasus ini tersangka juga sempat mengejar korban dengan pisau. Beruntung, saat kejadian korban berhasil diselamatkan oleh warga.

“Tersangka kami tangkap saat sedang berada di kawasan Jalan Radial Palembang. Kini tersangka dan barang bukti telah kami amankan di Mapolsek IT I untuk dilakukan proses hukum,” tegas Kapolsek.

Sementara tersangka Yansa mengakui perbuatannya, ia nekad menganiaya dan mengancam akan membunuh korban yang merupakan ibunya sendiri lantaran tidak diberikan uang.

“Awalnya saya minta uang Rp 200 ribu kepada Ibu untuk beli HP dan sabu, tapi tidak diberi, sehingga saya marah dan melakukan hal itu,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ardiansyah Loncat dari Jembatan Ampera

Masih dikatakan tersangka, saat menganiaya korban dirinya memukuli korban lalu melempar korban dengan sepatu hingga korban berlari ke luar rumah.

“Saat ibu berlari itulah saya mengejarnya dengan pisau. Saya melakukannya karena kesal dan khilaf. Sedangkan untuk pengguna Narkoba, memang sudah cukup lama saya mengkonsumsi sabu. Bisanya, saya membeli sabu menggunakan uang hasil kerja sebagai tukang parkir. Namun sudah beberapa hari ini saya tidak bekerja, dari itulah saya meminta uang kepada ibu,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Menahan Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul DKI Jakarta

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.